Jumat, 01 Januari 2016


“BROKEN”

Judul : Broken
Author : Kim Jong Soo 1214
Cast :  Do Kyungsoo (Kyungsoo)
Kim Jongin (Jongin)
Byun Baekhyun (Baekhyun)
Park Chanyeol (Chanyeol)
Kim Joonmyun (Suho)
Dan akan bertambah seiring berjalannya cerita
Genre : Angst, hurt, romance
Rate : T/T+
Lenght : Chaptered

Warning : Yaoi (boyxboy), Typo (s) bejibun, Alur Maju mundur
Disclamer : Cerita ini asli/real dari pemikiran saya. Tidak ada plagiat sama sekali walaupun jalan ceritanya pasaran. Saya hanya meminjam nama tokoh idola saya untuk menulis cerita ini. Karena sesungguhnya mereka hanya milik Tuhan, orang tua, dan SM Ent.

Summary:
Mata bulat itu, mata yang penuh dengan sinar bagaikan pelangi kala senyum menyapa wajahnya.
Senyum itu, senyum yang membawa berjuta ketenangan dalam diri orang-orang yang berada didekatnya.
Penuh dengan kehangatan,penuh dengan keceriaan, dan penuh dengan kelembutan.
Sampai pada hari itu, hari dimana semuanya berubah....


Chapter 1

Seoul November 2015
Seberkas cahaya mentari menerpa dengan hangatnya sesosok tubuh mungil yang tengah duduk ditemani kesendirian dibawah rimbunnya pohon maple. Hembusan angin menyibak lembut surai coklat yang menutupi sebagian wajahnya. Matanya yang bulat perlahan  terpejam seolah menikmati lembutnya terpaan angin dipagi ini. Surya yang tak hentinya memberi kehangatan dan ketenangan dalam dirinya. Balutan piyama khas itu seolah menjadi seragam wajib yang harus ia kenakan setiap hari. Membalut tubuh putih nan mungilnya.
“Kyungi...”
Suara yang terdengar samar menyapa namja manis yang masih setia memejamkan matanya. Tidak ada sahutan. Masih menikmati banyaknya hujaman lembut sang bayu yang menenangkan hati yang tak seorangpun mengetahui kebenarannya. Masih diposisinya. Enggan membuka mata hanya sekedar melihat seseorang yang berdiri disampingnya.
Baekhyun,namja bermata sipit yang selalu setia melihat bagaimana keadaan sahabat yang sudah seperti adiknya sendiri itu. Memandang sesosok mungil yang tengah duduk disebuah bangku kayu dibawah pohon maple dengan mata terpejam. Tak terlihat sedikitpun raut senyum yang mengantarkan kehangatan itu lagi. Baekhyun hanya berani memandangnya dari sini. Dari jarak ini. Tidak dekat,tidak juga jauh. Tapi cukup untuk melihat bagaimana sesosok yang dia sebut adik itu tengah menyembunyikan segala apa yang ia rasakan.
“Bagaimana?”
Sebuah tepukan lembut dibahu Baekhyun seakan mengantarkan kembali kedunia nyata. Setelah pikirannya melayang dan menerawang dari sesosok mungil itu. Tangan kekar dan kokoh itu perlahan mengganti posisinya, merengkuh tubuh yang tak kalah mungil itu kedekapannya. Chanyeol, pemilik tangan itu mengarahkan pandangan sendunya lurus kedepan dimana subyek yang tadi diamati Baekhyun berada. Hanya gelengan kecil kepala Baekhyun dari benaman dada bidang Chanyeol. Ia mengerti,sangat mengerti apa yang tengah dirasakan kekasihnya itu sekarang. Bukan hanya Baekhyun,tapi dirinya juga merasakan kepedihan ini. Melihat sahabatnya yang tak seperti dulu. Kyungsoo yang sekarang tak ubahnya raga tanpa nyawa. Menorehkan luka yang sama dengan apa yang Baekhyun rasakan dihatinya. Sama-sama terluka dengan keadaan sahabatnya itu sekarang.


Seoul November 2013

Puk!
Satu pukulan lembut mendarat tepat dibokong namja mungil yang masih setia meringkuk dibalik selimut hangatnya. Jongin, namja dengan kulit tan eksotis itu kini duduk dipinggir kasur empuk itu dengan gemas. Berusaha membangunkan sesosok yang seperti kepompong dibalik selimut tebalnya. Tak mengurangi senyum manis diwajah tampannya,kembali ia menepuk pelan bokong Kyungsoo dengan lembut. Tidak ingin acara membangunkannya itu malah menyakiti namja manis itu.
“Bangunlah, Baby Soo”
Hening.
Belum ada sahutan dari si namja manis itu.
“Apa kau tidak ingin jalan-jalan bersamaku hari ini?”
Kembali bisikan lembut itu ia ucapkan didekat gundukan diatas bantal,tepat ditelinga pemilik surai coklat itu.
Terlihat sesosok mungil itu menggeliat ditempatnya berbaring. Mulai menyibak selimut tebalnya dari kepalanya. Matanya masih belum terbuka. Namun tak mengurangi manis wajahnya sedikitpun. Pipi gembil putihnya, bibir kissable nya, hidung mancungnya, membuat Jongin tak kuasa menahan gerak tangannya hanya untuk sekedar menyentuhnya. Tangan kokoh itu mengelus lembut  pipi gembil milik kekasihnya itu. Senyum yang tak henti-hentinya ia luapkan. Memandang sosok indah yang masih berbaring disebelahnya.
“Sepertinya kau tidak ingin jalan-jalan denganku, ya?”
Goda Jongin dengan sedikit cubitan dihidung mancung itu.
Dan sukses.
Cubitan kecil  itu berhasil membuat namja manis itu membuka mata bulatnya yang indah.
Satu kedipan.
Dua kedipan.
Jongin tak hentinya mengulas senyum gemas pada Kyungsoo. Oh lihatnya ekspresi bangun tidurnya itu. Seperti bayi yang dengan polosnya merebut hati siapapun yang memandangnya.
“Selamat pagi, Baby Soo” satu kecupan hangat mendarat tepat dikening Kyungsoo yang tertutup rambutnya. Jongin menyibak rambut itu. Memperlihatkan wajah imut Kyungsoo lebih jelas.
“Selamat pagi, Jongin” masih dengan suara seraknya ia mencoba membalas sapaan hangat dari namja tan yang sangat ia cintai itu. Satu senyum manis yang memperlihatkan keindahan bibir kissable nya mengiringi tubuhnya yang berusaha bangkit. Kyungsoo mensejajarkan tubuhnya duduk dihadapan Jongin. Mengucek matanya pelan membiasakan sinar mentari pagi menyapa mata bulatnya.
“Apa tadi malam kau begadang lagi?” suara Jongin menyapa lembut telinga Kyungsoo.
“Iya,aku tidur jam 2 pagi” jawabnya masih setengah malas.
“Kau seharusnya menelphonku. Aku bisa menemanimu, Baby” tangan Jongin mengelus lembut surai coklat itu. Menyalurkan sejuta rasa sayang kepada sosok mungil yang duduk didepannya itu.
“Tidak. Kau ingat terakhir kali kau menemaniku mengerjakan tugas ini? Kau malah mengacaukan semuanya”
“Yak! Aku kan hanya berniat baik” Jongin mempoutkan bibirnya. Dan itu membuat Kyungsoo merasa geli.
“Ada apa dengan wajahmu? Kau terlihat jelek kalau begitu” sebuat tawa menggema seiring berakhirnya kalimat yang ia ucapkan.
“Tapi kau menyukai wajah jelek ini kan?” godanya, dan sukses membuat rona merah pipi gembil namja mungil didepannya.
“Aku tidak menyukaimu. Tapi aku mencintaimu, pabbo!” satu sentilan didahi Jongin mengiringi rona merah diwajah Kyungsoo yang semakin menjadi. Membuat Jongin tersenyum karenanya. Bagaimanapun juga Jogin adalah orang yang paling menyukai segala ekspresi yang Kyungsoo keluarkan. Apalagi Kyungsoo merona karenanya.
“Segeralah mandi, Baby. Hari ini kita akan bersenang-senang” dengan lembut tangannya menyentuh  pipi yang merona itu. Menampakkan seulas senyum diatas lengkungan indah bibir kissablenya. Tanpa diperintah dua kali kaki kecil itu mulai bangkit dari kasurnya yang empuk. Berjalan mendekati kamar mandi. Jongin tak hentinya mengawasi setiap langkah kecil itu dengan senyuman gemas. Hingga sosok mungil itu hilang dibalik pintu kamar mandi.


SKIP TIME


“Kita kemana Jongin?” suara lembut itu memecah keheningan yang sedari tadi menghiasi suasana dimobil itu.
Jongin mengalihkan pandangannya dari jalan menatap sosok mungil yang dicintainya itu sesaat. Senyum kasih selalu terulas dibibir sexy nya. Menyiratkan berjuta cinta untuk Kyungsoo seorang.
“Nanti juga kau akan tau, Baby” jawaban yang sebenarnya tidak diharapkan Kyungsoo. Selalu seperti ini. Jongin yang penuh kejutan. Kyungsoo suka dengan Jongin yang seperti ini. Tetapi rasa penasaran juga selalu datang bersamaan dengan rasa itu. Bibir mungil itu dipoutkan imut. Membuat Jongin terkekeh geli melihat tingkah makluk indah disampingnya itu.
Mencoba menikmati hembusan lembut semilir angin yang  masuk melalui celah jendela mobil, namja manis itu menutup kelopak matanya. Tidak ingin rasa penasarannya semakin menjadi,Kyungsoo mencoba mengalihakan perhatiannya sendiri.  Senyum manis yang seolah menjadi candu bagi Jongin itu tak hentinya terukir. Menghirup aroma segar jajaran pohon maple yang tinggi menjulang disepanjang jalan menambah nilai keindahan dijalanan yang sepi. Hawa sejuk dan menenangkan ini menjadi satu ketenangan tersendiri dihati Kyungsoo. Kyungsoo suka dengan suasana seperti ini. Tenang dan sepi.  Jauh dari keramaian kota Seoul yang tak hentinya menambah deretan kesibukan setiap harinya. Kyungsoo suka dengan aroma pohon maple yang sejuk. Kyungsoo suka saat dia merasa tenang,maka selalu ada Jongin yang mendampinginya.
Jongin menghentikan mobilnya disebuah jalanan setapak yang sebenarnya bukan untuk mobil. Ditengah padang rumput hijau yang masih menampakkan sisa embun pagi. Tepat didepan sana, terbentang luas pemandangan yang sungguh indah. Hamparan bunga yang beragam memamerkan keindahan warnanya. Jongin turun dari mobil mewahnya. Berjalan menuju pintu diseberang sana,membukakannya untuk Kyungsoo. Jongin melihat bagaimana ekspresi terkejut dari wajah manis kekasihnya itu. Terbukti dengan sebelah tangan kanannya yang menutup bibir kissable itu. Mengungkapkan rasa kagumnya yang berlebih namun  tak dapat terlontar hanya dengan kata-kata. Jongin mengerti bahwa kekasihnya itu sedang bahagia sekarang. Dan kebahagiaan itu berasal darinya.
“Kau suka, Baby?” tangan kokoh Jongin melingkar dipinggang mungil Kyungsoo.
“Aku suka Jongin. Gomawo” satu tetes kristal bening itu mengalir dari kedua belah mata bulatnya. Tidak ada kata-kata. Hanya sebuah air mata haru yang bisa Kyungsoo berikan untuk Jongin. Bukan, Kyungsoo bukan namja cengeng. Hanya saja ia mudah tersentuh dengan perlakuan Jongin yang begitu spesial untuknya. Kyungsoo merasa bahwa dirinya selalu dihargai oleh Jongin.
“Hei...jangan menangis, Baby. Aku mengajakmu kesini untuk bersenang-senang” Jongin mengusap lembut lelehan kristal bening itu dari pipi gembil nan putih kekasihnya.
“Aku terlalu bahagia Jongin. Tidak ada yang memperlakukanku seindah ini sebelumnya, hiks” lolos satu isakan dari bibir mungil itu. Tanpa menunggu menit berjalan, tangan kokoh Jongis merengkuh tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Diusapnya lembut surai kecoklatan itu dengan sayang. Jongin tersenyum menikmati isakan demi isakan yang Kyungsoo keluarkan. Seolah isakan bahagia itu adalah alunan melodi indah dari surga. Sesekali bibir sexy Jongin mengecup puncuk kepala Kyungsoo dengan penuh cinta.
“Kau mau melihat yang lebih indah dari ini, Baby?” ucapan itu mengiringi tangan Jongin untuk menciptakan jarak diantara kedua tubuh itu. Tangannya menggenggam lembut kedua bahu Kyungsoo. Menjadikan kedua pasang mata itu saling bertemu. Hanya anggukan yang Jongin dapat, namun itu cukup untuk menggambarkan rasa semangat namja mungil itu. Tangan Jongin menuntun tubuh mungil Kyungsoo berjalan disampingnya. Menggenggam tangan yang tidak lebih besar dari milikknya itu. Menautkan rasa cinta yang meraka miliki.
Kedua kaki Kyungsoo menerjang indahnya bunga-bunga yang mencoba menggoda langkahnya. Jongin mengarahkan pandangannya pada Kyungsoo yang berjalan antusias disampingnya.
“Woahh” satu kata itu yang berkali-kali  keluar dari bibir mungil Kyungsoo membuat Jongin terkekeh. Saat sepanjang langkahnya menyentuh bunga-bunga dandelion yang indah menaburkan berjuta manik-manik yang berterbangan.
 “Coba lihat yang ada didepanmu sekarang, Baby” secara otomatis mata bulat Kyungsoo mengarah pada apa yang Jongin perintahkan padanya. Seketika itu juga seakan rahangnya tidak dapat menutup rapat lagi. Hamparan laut biru yang membentang indah. Membuat pemandangan semakin sempurna. Kyungsoo tidak tau bahwa sekarang dia tengah berada disebuah puncak bukit kecil nan cantik. Memperlihatkan panorama lukisan Tuhan yang begitu mengagumkan. Hamparan bunga ini begitu sempurna kala dipandang dengan lukisan laut biru didepannya.
“Jongin... ini sangat indah” mata Kyungsung sudah mulai berkaca-kaca. Kyungsoo berani bersumpah bahwa baru kali ini dia mendapatkan hadiah yang begitu istimewa. Jongin yang sangat tau apa yang dia suka. Ya, inilah yang Kyungsoo suka. Hamparan alam dengan keinahan yang luar biasa. Tempat yang tenang,jauh dari keramaian kota. Sungguh sempurna.
“Aku yakin kau pasti menyukainya” senyum Jongin semakin berkembang kala melihat ekspesi Kyungsoo yang membuatnya bahagia. Sungguh, Jongin tidak pernah menyesal memberikan setitik kebahagiaan pada namjachingu mungilnya ini.
Kyungsoo hanya mengangguk. Pandangan matanya mulai mengabur seiring jatuhnya kristal bening dari bola mata bulatnya. Kyungsoo terlalu bahagia. Rasa haru yang meliputi hatinya seolah mengubah perasaan namjanya menjadi seperti seorang gadis. Terlalu lembut untuk ukuran namja. Tapi Jongin suka itu.
Jongin menarik tangan mungil itu. Menuntunnya berjalan kearah sebuah pohon maple yang tidak terlalu besar. Mendudukan dirinya dibawah rimbunnya pohon itu  dengan nyaman. Jongin menepuk tanah disebelahnya, menandakan agar Kyungsoo mengikutinya duduk disampingnya. Senyum Jongin tidak pernah lepas kala Kyungsoo mulai mensejajarkan tubuhnya disampingnya. Menatap lurus kedepan. Hembusan wangi angin laut seketika menerpa wajah putihnya. Senyumnya mengembang seketika.
Masih menikmati kesunyian yang tercipta diantara keduanya. Sungguh, pemandangan ini begitu sayang bila terlewatkan walau dengan satu kedipan mata. Lama mereka terdiam dengan pikiran kagum masing-masing. Hingga tangan besar Jongin perlahan menyentuh tangan mungil Kyungsoo dengan lembut. Kyungsoo memandang tangannya yang kini dibalut sentuhan lembut Jongin. Senyum dari bibir plum itu terpatri, membuat Jongin tidak tahan untuk mengecupnya. Perlahan Jongin mulai menanggalkan jarak antara keduanya. Mata setajam elangnya menatap seduktif manik mata bulat Kyungsoo. Semakin dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan. Jongin menggesekkan hidungnya dengan hidung mancung Kyungsoo membuat sang empunya tersenyum geli. Satu gerakan dan bibir mereka saling menempel. Hanya kecupan ringan. Kedua mata itu mulai terpejam kala bibir Jongin mulai melumat lembut bibir kissable Kyungso. Manis.
Cukup lama pagutan lembut nan manis itu berlangsung  hingga Jongin mulai menjauhkan bibirnya dari bibir kissable Kyungsoo. Mata tajamnya menatap lembut manik mata Kyungsoo penuh arti.
“Saranghae, Kyungie Baby” satu kecupan ringan Jongin sematkan dikening mulus Kyungsoo.
“Nado, Saranghae Kim Jongin” matanya terpejam menikmati indahnya kasih sayang yang Jongin berikan untuknya.
.
.
Bibir plum semerah delima itu tersenyum. Membuat kedua namja yang berbeda ukuran itu – Chanyeol namja tiang listrik dan Baekhyun namja mungil-  memandangnya kaget. Bukan, bukan kaget karena namja mungil yang tengah menjadi objek pengamatan  itu memberi kejutan. Hanya saja  sudah lama senyum itu tidak muncul dari bibir kissable namja bermata bulat itu. Matanya memang masih terpejam, tapi Baekhyun  tau bahwa Kyungsoo sedang merasa bahagia.
“Kau lihat Yeolli, Kyungsoo tersenyum” nada bicara Baekhyun menyiratkan ketidakpercayaan. Sungguh,ini adalah satu kemajuan besar setelah apa yang ia alami selama satu tahun terakhir.
“Iya, Baekki. Aku melihatnya” rahang Canhyeol seakan tidak dapat tertutup rapat lagi. Namun satu lengkungan tertarik dari bibirnya. Chanyeol tersenyum melihat perubahan dari mimik wajah Kyungsoo yang selama ini begitu dingin dan kosong.
“Apa yang membuatnya tiba-tiba tersenyum seperti itu, Yeolli?” pertanyaan bodoh memang. Walaupun Baekhyun tau bahwa Chanyeol tidak akan tau apa yang dipikirkan Kyungsoo saat ini, namun bibir Baekhyun seakan sudah tidak ada remnya lagi. Dan loloslah pertanyaan konyol itu.
“Entahlah, Baekki. Mungkin dia sedang mengenang masa-masa indahnya” jawab Chanyeol penuh keraguan. Tapi mungkin memang begitu yang sedang dirasakan Kyungsoo saat ini.
Setelah ucapan Chanyeol terhenti, satu langkah Baekhyun mulai mendekati Kyungsoo yang masih setia memejamkan mata indahnya. Semakin dekat. Ragu-ragu Baekhyun mulai menggerakkan bibirnya.
“Kyungie...” satu panggilan sayang terlontar dari bibir tipis Baekhyun. Yang dipanggil merespon. Kyungsoo membuka matanya perlahan. Mengarahkan pandangnya kesamping. Kyungsoo menemukan sesosok yang entah mengapa tiba-tiba menjadi satu ancaman untuknya.
“AAARRRGGHHH!!!”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar