“BROKEN”
Judul : Broken
Author : Kim Jong Soo 1214
Cast : Do Kyungsoo (Kyungsoo)
Kim Jongin (Jongin)
Byun Baekhyun
(Baekhyun)
Park Chanyeol
(Chanyeol)
Kim Joonmyun (Suho)
Dan akan bertambah
seiring berjalannya cerita
Genre : Angst, hurt, romance
Rate : T/T+
Lenght : Chaptered
Warning : Yaoi (boyxboy), Typo
(s) bejibun, Alur Maju mundur
Disclamer : Cerita ini asli/real
dari pemikiran saya. Tidak ada plagiat sama sekali walaupun jalan ceritanya
pasaran. Saya hanya meminjam nama tokoh idola saya untuk menulis cerita ini.
Karena sesungguhnya mereka hanya milik Tuhan, orang tua, dan SM Ent.
Summary:
Mata bulat itu,
mata yang penuh dengan sinar bagaikan pelangi kala senyum menyapa wajahnya.
Senyum itu, senyum
yang membawa berjuta ketenangan dalam diri orang-orang yang berada didekatnya.
Penuh dengan
kehangatan,penuh dengan keceriaan, dan penuh dengan kelembutan.
Sampai pada hari
itu, hari dimana semuanya berubah....
Chapter
1
Seoul
November 2015
Seberkas
cahaya mentari menerpa dengan hangatnya sesosok tubuh mungil yang tengah duduk
ditemani kesendirian dibawah rimbunnya pohon maple. Hembusan angin menyibak
lembut surai coklat yang menutupi sebagian wajahnya. Matanya yang bulat
perlahan terpejam seolah menikmati
lembutnya terpaan angin dipagi ini. Surya yang tak hentinya memberi kehangatan
dan ketenangan dalam dirinya. Balutan piyama khas itu seolah menjadi seragam
wajib yang harus ia kenakan setiap hari. Membalut tubuh putih nan mungilnya.
“Kyungi...”
Suara
yang terdengar samar menyapa namja manis yang masih setia memejamkan matanya.
Tidak ada sahutan. Masih menikmati banyaknya hujaman lembut sang bayu yang
menenangkan hati yang tak seorangpun mengetahui kebenarannya. Masih
diposisinya. Enggan membuka mata hanya sekedar melihat seseorang yang berdiri
disampingnya.
Baekhyun,namja
bermata sipit yang selalu setia melihat bagaimana keadaan sahabat yang sudah
seperti adiknya sendiri itu. Memandang sesosok mungil yang tengah duduk
disebuah bangku kayu dibawah pohon maple dengan mata terpejam. Tak terlihat
sedikitpun raut senyum yang mengantarkan kehangatan itu lagi. Baekhyun hanya
berani memandangnya dari sini. Dari jarak ini. Tidak dekat,tidak juga jauh.
Tapi cukup untuk melihat bagaimana sesosok yang dia sebut adik itu tengah
menyembunyikan segala apa yang ia rasakan.
“Bagaimana?”
Sebuah
tepukan lembut dibahu Baekhyun seakan mengantarkan kembali kedunia nyata.
Setelah pikirannya melayang dan menerawang dari sesosok mungil itu. Tangan
kekar dan kokoh itu perlahan mengganti posisinya, merengkuh tubuh yang tak
kalah mungil itu kedekapannya. Chanyeol, pemilik tangan itu mengarahkan
pandangan sendunya lurus kedepan dimana subyek yang tadi diamati Baekhyun
berada. Hanya gelengan kecil kepala Baekhyun dari benaman dada bidang Chanyeol.
Ia mengerti,sangat mengerti apa yang tengah dirasakan kekasihnya itu sekarang.
Bukan hanya Baekhyun,tapi dirinya juga merasakan kepedihan ini. Melihat
sahabatnya yang tak seperti dulu. Kyungsoo yang sekarang tak ubahnya raga tanpa
nyawa. Menorehkan luka yang sama dengan apa yang Baekhyun rasakan dihatinya.
Sama-sama terluka dengan keadaan sahabatnya itu sekarang.
Seoul November 2013
Puk!
Satu pukulan lembut mendarat
tepat dibokong namja mungil yang masih setia meringkuk dibalik selimut hangatnya.
Jongin, namja dengan kulit tan eksotis itu kini duduk dipinggir kasur empuk itu
dengan gemas. Berusaha membangunkan sesosok yang seperti kepompong dibalik
selimut tebalnya. Tak mengurangi senyum manis diwajah tampannya,kembali ia
menepuk pelan bokong Kyungsoo dengan lembut. Tidak ingin acara membangunkannya
itu malah menyakiti namja manis itu.
“Bangunlah, Baby Soo”
Hening.
Belum ada sahutan dari si namja
manis itu.
“Apa kau tidak ingin jalan-jalan
bersamaku hari ini?”
Kembali bisikan lembut itu ia ucapkan
didekat gundukan diatas bantal,tepat ditelinga pemilik surai coklat itu.
Terlihat sesosok mungil itu
menggeliat ditempatnya berbaring. Mulai menyibak selimut tebalnya dari
kepalanya. Matanya masih belum terbuka. Namun tak mengurangi manis wajahnya sedikitpun.
Pipi gembil putihnya, bibir kissable nya, hidung mancungnya, membuat Jongin tak
kuasa menahan gerak tangannya hanya untuk sekedar menyentuhnya. Tangan kokoh
itu mengelus lembut pipi gembil milik
kekasihnya itu. Senyum yang tak henti-hentinya ia luapkan. Memandang sosok
indah yang masih berbaring disebelahnya.
“Sepertinya kau tidak ingin
jalan-jalan denganku, ya?”
Goda Jongin dengan sedikit
cubitan dihidung mancung itu.
Dan sukses.
Cubitan kecil itu berhasil membuat namja manis itu membuka
mata bulatnya yang indah.
Satu kedipan.
Dua kedipan.
Jongin tak hentinya mengulas
senyum gemas pada Kyungsoo. Oh lihatnya ekspresi bangun tidurnya itu. Seperti
bayi yang dengan polosnya merebut hati siapapun yang memandangnya.
“Selamat pagi, Baby Soo” satu
kecupan hangat mendarat tepat dikening Kyungsoo yang tertutup rambutnya. Jongin
menyibak rambut itu. Memperlihatkan wajah imut Kyungsoo lebih jelas.
“Selamat pagi, Jongin” masih
dengan suara seraknya ia mencoba membalas sapaan hangat dari namja tan yang
sangat ia cintai itu. Satu senyum manis yang memperlihatkan keindahan bibir
kissable nya mengiringi tubuhnya yang berusaha bangkit. Kyungsoo mensejajarkan
tubuhnya duduk dihadapan Jongin. Mengucek matanya pelan membiasakan sinar
mentari pagi menyapa mata bulatnya.
“Apa tadi malam kau begadang
lagi?” suara Jongin menyapa lembut telinga Kyungsoo.
“Iya,aku tidur jam 2 pagi”
jawabnya masih setengah malas.
“Kau seharusnya menelphonku. Aku
bisa menemanimu, Baby” tangan Jongin mengelus lembut surai coklat itu.
Menyalurkan sejuta rasa sayang kepada sosok mungil yang duduk didepannya itu.
“Tidak. Kau ingat terakhir kali
kau menemaniku mengerjakan tugas ini? Kau malah mengacaukan semuanya”
“Yak! Aku kan hanya berniat baik”
Jongin mempoutkan bibirnya. Dan itu membuat Kyungsoo merasa geli.
“Ada apa dengan wajahmu? Kau
terlihat jelek kalau begitu” sebuat tawa menggema seiring berakhirnya kalimat
yang ia ucapkan.
“Tapi kau menyukai wajah jelek
ini kan?” godanya, dan sukses membuat rona merah pipi gembil namja mungil didepannya.
“Aku tidak menyukaimu. Tapi aku
mencintaimu, pabbo!” satu sentilan didahi Jongin mengiringi rona merah diwajah
Kyungsoo yang semakin menjadi. Membuat Jongin tersenyum karenanya. Bagaimanapun
juga Jogin adalah orang yang paling menyukai segala ekspresi yang Kyungsoo
keluarkan. Apalagi Kyungsoo merona karenanya.
“Segeralah mandi, Baby. Hari ini
kita akan bersenang-senang” dengan lembut tangannya menyentuh pipi yang merona itu. Menampakkan seulas
senyum diatas lengkungan indah bibir kissablenya. Tanpa diperintah dua kali
kaki kecil itu mulai bangkit dari kasurnya yang empuk. Berjalan mendekati kamar
mandi. Jongin tak hentinya mengawasi setiap langkah kecil itu dengan senyuman
gemas. Hingga sosok mungil itu hilang dibalik pintu kamar mandi.
SKIP TIME
“Kita kemana Jongin?” suara
lembut itu memecah keheningan yang sedari tadi menghiasi suasana dimobil itu.
Jongin mengalihkan pandangannya
dari jalan menatap sosok mungil yang dicintainya itu sesaat. Senyum kasih
selalu terulas dibibir sexy nya. Menyiratkan berjuta cinta untuk Kyungsoo
seorang.
“Nanti juga kau akan tau, Baby”
jawaban yang sebenarnya tidak diharapkan Kyungsoo. Selalu seperti ini. Jongin
yang penuh kejutan. Kyungsoo suka dengan Jongin yang seperti ini. Tetapi rasa
penasaran juga selalu datang bersamaan dengan rasa itu. Bibir mungil itu
dipoutkan imut. Membuat Jongin terkekeh geli melihat tingkah makluk indah
disampingnya itu.
Mencoba menikmati hembusan lembut
semilir angin yang masuk melalui celah
jendela mobil, namja manis itu menutup kelopak matanya. Tidak ingin rasa
penasarannya semakin menjadi,Kyungsoo mencoba mengalihakan perhatiannya
sendiri. Senyum manis yang seolah
menjadi candu bagi Jongin itu tak hentinya terukir. Menghirup aroma segar
jajaran pohon maple yang tinggi menjulang disepanjang jalan menambah nilai
keindahan dijalanan yang sepi. Hawa sejuk dan menenangkan ini menjadi satu
ketenangan tersendiri dihati Kyungsoo. Kyungsoo suka dengan suasana seperti
ini. Tenang dan sepi. Jauh dari
keramaian kota Seoul yang tak hentinya menambah deretan kesibukan setiap
harinya. Kyungsoo suka dengan aroma pohon maple yang sejuk. Kyungsoo suka saat
dia merasa tenang,maka selalu ada Jongin yang mendampinginya.
Jongin menghentikan mobilnya
disebuah jalanan setapak yang sebenarnya bukan untuk mobil. Ditengah padang
rumput hijau yang masih menampakkan sisa embun pagi. Tepat didepan sana,
terbentang luas pemandangan yang sungguh indah. Hamparan bunga yang beragam
memamerkan keindahan warnanya. Jongin turun dari mobil mewahnya. Berjalan
menuju pintu diseberang sana,membukakannya untuk Kyungsoo. Jongin melihat
bagaimana ekspresi terkejut dari wajah manis kekasihnya itu. Terbukti dengan
sebelah tangan kanannya yang menutup bibir kissable itu. Mengungkapkan rasa
kagumnya yang berlebih namun tak dapat
terlontar hanya dengan kata-kata. Jongin mengerti bahwa kekasihnya itu sedang
bahagia sekarang. Dan kebahagiaan itu berasal darinya.
“Kau suka, Baby?” tangan kokoh
Jongin melingkar dipinggang mungil Kyungsoo.
“Aku suka Jongin. Gomawo” satu
tetes kristal bening itu mengalir dari kedua belah mata bulatnya. Tidak ada
kata-kata. Hanya sebuah air mata haru yang bisa Kyungsoo berikan untuk Jongin.
Bukan, Kyungsoo bukan namja cengeng. Hanya saja ia mudah tersentuh dengan
perlakuan Jongin yang begitu spesial untuknya. Kyungsoo merasa bahwa dirinya
selalu dihargai oleh Jongin.
“Hei...jangan menangis, Baby. Aku
mengajakmu kesini untuk bersenang-senang” Jongin mengusap lembut lelehan
kristal bening itu dari pipi gembil nan putih kekasihnya.
“Aku terlalu bahagia Jongin. Tidak
ada yang memperlakukanku seindah ini sebelumnya, hiks” lolos satu isakan dari
bibir mungil itu. Tanpa menunggu menit berjalan, tangan kokoh Jongis merengkuh
tubuh mungil itu kedalam pelukannya. Diusapnya lembut surai kecoklatan itu
dengan sayang. Jongin tersenyum menikmati isakan demi isakan yang Kyungsoo
keluarkan. Seolah isakan bahagia itu adalah alunan melodi indah dari surga.
Sesekali bibir sexy Jongin mengecup puncuk kepala Kyungsoo dengan penuh cinta.
“Kau mau melihat yang lebih indah
dari ini, Baby?” ucapan itu mengiringi tangan Jongin untuk menciptakan jarak
diantara kedua tubuh itu. Tangannya menggenggam lembut kedua bahu Kyungsoo.
Menjadikan kedua pasang mata itu saling bertemu. Hanya anggukan yang Jongin
dapat, namun itu cukup untuk menggambarkan rasa semangat namja mungil itu.
Tangan Jongin menuntun tubuh mungil Kyungsoo berjalan disampingnya. Menggenggam
tangan yang tidak lebih besar dari milikknya itu. Menautkan rasa cinta yang
meraka miliki.
Kedua kaki Kyungsoo menerjang
indahnya bunga-bunga yang mencoba menggoda langkahnya. Jongin mengarahkan
pandangannya pada Kyungsoo yang berjalan antusias disampingnya.
“Woahh” satu kata itu yang
berkali-kali keluar dari bibir mungil
Kyungsoo membuat Jongin terkekeh. Saat sepanjang langkahnya menyentuh
bunga-bunga dandelion yang indah menaburkan berjuta manik-manik yang
berterbangan.
“Coba lihat yang ada didepanmu sekarang, Baby”
secara otomatis mata bulat Kyungsoo mengarah pada apa yang Jongin perintahkan
padanya. Seketika itu juga seakan rahangnya tidak dapat menutup rapat lagi.
Hamparan laut biru yang membentang indah. Membuat pemandangan semakin sempurna.
Kyungsoo tidak tau bahwa sekarang dia tengah berada disebuah puncak bukit kecil
nan cantik. Memperlihatkan panorama lukisan Tuhan yang begitu mengagumkan.
Hamparan bunga ini begitu sempurna kala dipandang dengan lukisan laut biru
didepannya.
“Jongin... ini sangat indah” mata
Kyungsung sudah mulai berkaca-kaca. Kyungsoo berani bersumpah bahwa baru kali
ini dia mendapatkan hadiah yang begitu istimewa. Jongin yang sangat tau apa
yang dia suka. Ya, inilah yang Kyungsoo suka. Hamparan alam dengan keinahan
yang luar biasa. Tempat yang tenang,jauh dari keramaian kota. Sungguh sempurna.
“Aku yakin kau pasti menyukainya”
senyum Jongin semakin berkembang kala melihat ekspesi Kyungsoo yang membuatnya
bahagia. Sungguh, Jongin tidak pernah menyesal memberikan setitik kebahagiaan
pada namjachingu mungilnya ini.
Kyungsoo hanya mengangguk.
Pandangan matanya mulai mengabur seiring jatuhnya kristal bening dari bola mata
bulatnya. Kyungsoo terlalu bahagia. Rasa haru yang meliputi hatinya seolah
mengubah perasaan namjanya menjadi seperti seorang gadis. Terlalu lembut untuk
ukuran namja. Tapi Jongin suka itu.
Jongin menarik tangan mungil itu.
Menuntunnya berjalan kearah sebuah pohon maple yang tidak terlalu besar.
Mendudukan dirinya dibawah rimbunnya pohon itu dengan nyaman. Jongin menepuk tanah
disebelahnya, menandakan agar Kyungsoo mengikutinya duduk disampingnya. Senyum
Jongin tidak pernah lepas kala Kyungsoo mulai mensejajarkan tubuhnya
disampingnya. Menatap lurus kedepan. Hembusan wangi angin laut seketika menerpa
wajah putihnya. Senyumnya mengembang seketika.
Masih menikmati kesunyian yang
tercipta diantara keduanya. Sungguh, pemandangan ini begitu sayang bila
terlewatkan walau dengan satu kedipan mata. Lama mereka terdiam dengan pikiran
kagum masing-masing. Hingga tangan besar Jongin perlahan menyentuh tangan
mungil Kyungsoo dengan lembut. Kyungsoo memandang tangannya yang kini dibalut
sentuhan lembut Jongin. Senyum dari bibir plum itu terpatri, membuat Jongin
tidak tahan untuk mengecupnya. Perlahan Jongin mulai menanggalkan jarak antara
keduanya. Mata setajam elangnya menatap seduktif manik mata bulat Kyungsoo.
Semakin dekat hingga hidung mereka saling bersentuhan. Jongin menggesekkan
hidungnya dengan hidung mancung Kyungsoo membuat sang empunya tersenyum geli.
Satu gerakan dan bibir mereka saling menempel. Hanya kecupan ringan. Kedua mata
itu mulai terpejam kala bibir Jongin mulai melumat lembut bibir kissable
Kyungso. Manis.
Cukup lama pagutan lembut nan
manis itu berlangsung hingga Jongin
mulai menjauhkan bibirnya dari bibir kissable Kyungsoo. Mata tajamnya menatap
lembut manik mata Kyungsoo penuh arti.
“Saranghae, Kyungie Baby” satu
kecupan ringan Jongin sematkan dikening mulus Kyungsoo.
“Nado, Saranghae Kim Jongin”
matanya terpejam menikmati indahnya kasih sayang yang Jongin berikan untuknya.
.
.
Bibir
plum semerah delima itu tersenyum. Membuat kedua namja yang berbeda ukuran itu
– Chanyeol namja tiang listrik dan Baekhyun namja mungil- memandangnya kaget. Bukan, bukan kaget karena
namja mungil yang tengah menjadi objek pengamatan itu memberi kejutan. Hanya saja sudah lama senyum itu tidak muncul dari bibir
kissable namja bermata bulat itu. Matanya memang masih terpejam, tapi Baekhyun tau bahwa Kyungsoo sedang merasa bahagia.
“Kau
lihat Yeolli, Kyungsoo tersenyum” nada bicara Baekhyun menyiratkan
ketidakpercayaan. Sungguh,ini adalah satu kemajuan besar setelah apa yang ia
alami selama satu tahun terakhir.
“Iya,
Baekki. Aku melihatnya” rahang Canhyeol seakan tidak dapat tertutup rapat lagi.
Namun satu lengkungan tertarik dari bibirnya. Chanyeol tersenyum melihat
perubahan dari mimik wajah Kyungsoo yang selama ini begitu dingin dan kosong.
“Apa
yang membuatnya tiba-tiba tersenyum seperti itu, Yeolli?” pertanyaan bodoh
memang. Walaupun Baekhyun tau bahwa Chanyeol tidak akan tau apa yang dipikirkan
Kyungsoo saat ini, namun bibir Baekhyun seakan sudah tidak ada remnya lagi. Dan
loloslah pertanyaan konyol itu.
“Entahlah,
Baekki. Mungkin dia sedang mengenang masa-masa indahnya” jawab Chanyeol penuh
keraguan. Tapi mungkin memang begitu yang sedang dirasakan Kyungsoo saat ini.
Setelah
ucapan Chanyeol terhenti, satu langkah Baekhyun mulai mendekati Kyungsoo yang
masih setia memejamkan mata indahnya. Semakin dekat. Ragu-ragu Baekhyun mulai
menggerakkan bibirnya.
“Kyungie...”
satu panggilan sayang terlontar dari bibir tipis Baekhyun. Yang dipanggil
merespon. Kyungsoo membuka matanya perlahan. Mengarahkan pandangnya kesamping.
Kyungsoo menemukan sesosok yang entah mengapa tiba-tiba menjadi satu ancaman
untuknya.
“AAARRRGGHHH!!!”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar